Laki-laki dan Hobinya, Bagaimana Menyikapinya?

Laki-laki dan Hobinya, Bagaimana Menyikapinya?

04Feb
Laki-laki dan Hobinya, Bagaimana Menyikapinya?

Otomotif, game, olahraga, hingga gonta-ganti pacar (ups!) merupakan beberapa contoh hobi yang biasanya digeluti oleh para laki-laki. Laki-laki memang dapat menghabiskan waktu berjam-jam demi memuaskan kesenangan mereka terhadap hobi. Bagi yang hobinya otomotif, biasanya akan suka banget tuh nongkrong di bengkel untuk mengotak-atik dan memodifikasi kendaraan mereka. Selain itu,  mereka  juga akan sering kopi darat bersama komunitasnya sampai terkadang kalian merasa dinomor duakan dengan hobinya itu. Sedangkan untuk yang hobi bermain games, si dia jadi suka lama untuk membalas SMS atau telepon kamu karena terlalu sibuk menghabiskan waktunya di depan layar komputer. Atau.. yang setiap hari rajin pergi ke gym karena terlalu gemar berolahraga, sampai-sampai lupa kalau ada janji untuk menjemputmu. Ugh menyebalkan bukan?

Tak jarang, banyak perempuan yang merasa diduakan oleh hobi para laki-laki tersebut. Kira-kira bagaimana ya cara menyikapi laki-laki yang sudah cinta mati dengan hobinya? Apakah mereka sadar bahwa kita, perempuan, terkadang sering cemburu dengan hobi-hobinya tersebut? Dan keberatan kah mereka jika kita meminta sebagian waktu hobinya itu agar dapat bersama dengan kita lebih lama?

Fakhri (20), laki-laki yang memiliki hobi dengan otomotif, terutama motor, akan bantu menjawab kegundahan kalian di atas, ladies! Selain sering menghabiskan waktunya untuk mengotak-atik motor, Fakhri juga banyak melakukan kopi darat dengan komunitas motornya, RotorHead. Di samping itu, Fakhri memiliki seorang pacar yang juga menuntut perhatiannya. Wah, bagimana ya Fakhri membagi waktu dan perhatiannya diantara kedua hal tersebut? Dan mana sih yang lebih diutamakan Fakhri jika keduanya disandingkan? Yuk, langsung simak jawaban Fakhri berikut ini!

Mana yang lebih kamu anggap penting, hobi atau pacar?

"Hmm.. gimana ya? Semua laki-laki sih pasti akan jawab dua-duanya penting. Karena dua-duanya itu sama-sama belahan jiwa haha," jawab Fakhri.

Tapi jika disuruh memilih, kamu lebih memilih hobi atau pacar?

"Hahaha ini nih pertanyaan paling susah. Tetapi yang pasti, gue akan lebih pilih yang tersayang yaitu hobi gue hehehe. Bukan karena perempuan itu gak penting dan gue nggak sayang ya, tapi karena hobi  adalah soul, passion gue. Gue nggak bisa ninggalin hobi gue gitu aja,” jelas Fakhri.

Lalu, menurut kamu, apa yang harus dilakukan para perempuan yang memiliki pacar dengan hobi yang tak bisa ditinggalkan seperti itu?

"Menurut gue, kalian itu harus mendukung apa hobi kita dan jangan terlalu banyak nuntut buat ninggalin hobi tersebut, karena kalau terus-terusan begitu laki-laki akan bosen dan malah kalian yang bakal ditinggalin. Kasih kita waktu  untuk  bermain dengan hobi kita, daripada nanti pasangan kalian itu malah main perempuan, selingkuh, nanti kan kalian juga yang makin sakit hati sama laki-laki.

Dukung hobinya, misalnya kalian bisa ikut laki-laki ke bengkel, ikut kopi darat bareng teman-temannya, morning ride, riding bareng komunitasnya, datang ke acara-acara komunitasnya biar kalian lebih tahu apa kegiatan yang sebenarnya kita lakukan, teman-temannya siapa, dan apa kesukaannya kita. Hal itu kan juga dapat memudahkan kalian untuk ngasih kado atau surprise-in kita pas ulang tahun nanti hahaha.. Dan yang terpenting, kalau perempuan dukung hobi laki-lakinya, kita jadi tambah disayang lho, asli deh! Laki-laki kan juga ingin dimengerti hehehe..,”.

Lalu, boleh gak sih kita, perempuan, bawelin kalian untuk minta waktu sehari saja untuk ninggalin hobi agar bisa quality time bareng?

"Boleh kok, itu wajar sih kalau perempuan ngingetin laki-lakinya, pasti laki-laki juga akan kasih waktunya buat perempuannya kok. Gak mungkin tiap hari sama motor, asal jangan dilarang aja buat ninggalin hobi itu selamanya. Kita fine-fine aja kok!,” tutup Fakhri.

Whoa, good answer Fakhri! Sekarang kalian gak perlu sebel atau merasa diduain lagi oleh hobi pasangan kalian, ladies. Coba deh sesekali kalian salami hobinya tersebut, siapa tahu kalian juga akan nyaman di sana.

“If I want to be loved as I am, then I need to be willing to love others as they are,” –Louise L. Hay.

 

Narasumber: Fakhri Habibie (@FakhriMP)

Jurnalis: Diana Amalia (@dianaamaliap) | Editor: Asti (@AstiPrassya)

Header: collectionnorma.com

Bagikan Post

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

  • Kode Verifikasi