SIAPA sangka? Ahmad Dhani lagi-lagi bikin dunia hiburan geger dengan drama hukum terbaru.
Kali ini bukan soal musik atau gaya hidupnya yang glamor, melainkan laporan polisi atas nama psikolog terkenal Lita Gading.
Yap, ayah Al Ghazali itu resmi melaporkan Lita ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan mengejutkan: dugaan eksploitasi anak dan kekerasan psikis terhadap putrinya.
Seperti dilaporkan kanal Intens Investigasi pada Minggu (13/7/2025), Dhani tidak main-main karena ancaman hukuman yang disangkakan bisa lebih dari lima tahun penjara.
Ditemani putra sulungnya, Al Ghazali, dan tim kuasa hukum, Dhani menyebut Lita melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak serta UU ITE secara serius.
Tidak butuh waktu lama, kabar panas ini langsung jadi buah bibir netizen yang memenuhi media sosial dengan komentar pedas dan tanda pagar trending.
Bagaimana tidak? Nama besar Ahmad Dhani dan reputasi Lita Gading sebagai psikolog publik bikin kasus ini terasa dramatis sekaligus kontroversial.
“Sudah kami somasi terbuka, tapi tidak ada tanggapan, maka kami laporkan,” kata Dhani tegas.
Baca Juga:
Revisi UU Hak Cipta Memanas, Ketegangan Ahmad Dhani di Rapat DPR
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
Lita Gading Diwakili Tim Hukum, Bantah Semua Tuduhan yang Dilayangkan
Sementara itu, pihak Lita Gading tentu tidak tinggal diam atas tuduhan serius yang bisa mencoreng reputasinya di mata publik.
Lewat pernyataan resmi yang disampaikan dua kuasa hukumnya, Syamsul Jahidin dan Melani Windasari, Lita membantah keras tuduhan tersebut.
Mereka menyebut kliennya sedang berada di luar negeri sejak lama dan sampai detik ini belum pernah menerima somasi resmi apapun dari pihak Dhani.
“Klien kami sampai saat ini masih berada di luar negeri dan tidak pernah menerima somasi, surat teguran, ataupun apapun bentuknya itu,” tegas Syamsul dikutip dari Intens Investigasi YouTube.
Baca Juga:
Debut Manis Hansi Flick, Barcelona Bungkam Mallorca 3-0
Bukan Sekadar Wangi, Linarz Tawarkan Parfum Lokal dengan Sentuhan Artistik dan Makna Personal
Kafe Ganti Lagu Hits dengan Suara Alam demi Hindari Royalti Musik Komersial LMKN
Tim kuasa hukum bahkan menyebut laporan Dhani itu sepihak dan tidak berdasar fakta hukum yang kuat.
Mereka meminta publik untuk tidak mudah termakan isu yang belum terbukti benar, apalagi menyangkut dugaan eksploitasi anak yang sangat sensitif.
“Jangan buru-buru menuding karena publik hanya tahu sepihak dari pemberitaan media,” tambah Melani.
Tidak heran jika pernyataan kuasa hukum ini memicu reaksi beragam dari warganet.
Sebagian besar masih menunggu bukti nyata dari kedua belah pihak sambil terus menyimak drama hukum ini di media sosial.
Apalagi, reputasi Lita sebagai psikolog publik yang sering tampil di televisi membuat kasus ini makin bikin penasaran banyak orang.
Baca Juga:
Peran Press Release Berbayar untuk Kampanye Bisnis yang Terukur dan Kredibel
Air Kelapa untuk Anak Diare: Solusi Rehidrasi Alami yang Lebih Disukai Dibanding Oralit
Arak Bali, Cokelat dan Bir Kriya Tampil di Bittersweet Festival 2025
Netizen Terbelah, Kasus Lita vs. Dhani Jadi Trending di Media Sosial
Seperti biasa, drama selebriti selalu berhasil memecah perhatian netizen hingga menjadi trending di media sosial.
Hashtag seperti #AhmadDhani, #LitaGading, hingga #EksploitasiAnak mendadak viral hanya beberapa jam setelah laporan resmi masuk ke polisi.
Sebagian netizen memberikan dukungan penuh pada Dhani dengan alasan sebagai ayah ia berhak membela kehormatan dan kesehatan psikologis anaknya.
Namun, tak sedikit pula yang bersimpati pada Lita Gading, menyebut tuduhan ini sebagai cara membungkam kritikus yang hanya menyampaikan opini profesional.
Drama ini pun memperlihatkan sisi lain dunia glamor selebriti yang tidak selalu indah di balik layar.
Dhani yang selama ini dikenal blak-blakan membela keluarganya kembali menunjukkan sikap keras dalam melindungi anak-anaknya.
Sementara Lita, yang sering memberi edukasi publik tentang kesehatan mental anak, kini justru terjerat isu yang bisa meruntuhkan kredibilitasnya.
Para pengamat hukum menyebut kasus ini bisa jadi preseden penting terkait batas profesionalisme psikolog dan perlindungan anak publik figur.
“Publik figur punya hak hukum, tapi psikolog juga punya batas perlindungan profesi,” ujar pengamat hukum Rudi Santoso.
Drama Ini Masih Panjang, Publik Diminta Bersabar Tunggu Proses Hukum
Untuk saat ini, baik Dhani maupun Lita sama-sama belum memberikan pernyataan publik secara langsung di media sosial mereka.
Semua komunikasi masih disampaikan melalui tim kuasa hukum dengan nada yang sama-sama tegas dan penuh keyakinan.
Kuasa hukum Dhani menyebut pihaknya siap menghadirkan bukti-bukti kuat saat proses hukum berjalan nanti.
Sementara tim Lita meminta masyarakat menahan diri dari penghakiman publik sampai semua fakta terungkap di persidangan.
Kasus ini jelas menunjukkan betapa dunia selebriti tidak pernah lepas dari sorotan publik yang kadang terlalu cepat mengambil kesimpulan.
Namun yang pasti, drama panas ini berhasil jadi topik hangat yang bikin netizen susah move on dari gosip selebriti terbaru minggu ini.
So, stay tuned karena media ini pun akan terus meng-update perkembangan kasus kontroversial ini hanya di sini!***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Harianindonesia.com dan Sawitpost.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Haiidn.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Apakabarjateng.com dan Jabarraya.com
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center